Benarkah Merokok Berpengaruh Terhadap Kesuburan Pria?

Merokok mungkin menjadi salah satu kebiasaan atau menjadi keharusan bagi beberapa kalangan pria. Tanpa adanya rokok, sebagian pria yang merasa kehilangan gairah atau tidak merasa gentle, bahkan muncul beberapa pendapat, jika seorang pria yang tidak merokok, pria tersebut bukanlah pria tulen atau disebut sebagai banci. Padahal tidak ada hubungan antara kejantanan seorang pria dengan tindakan merokok. Di samping itu, mungkin beberapa orang akan, “apakah terdapat korelasi antara merokok dengan kehidupan seksual pria?”. Secara ilmiah, memang benar bahwa terdapat korelasi antara kehidupan pria dengan kesuburan pria. Artikel ini akan membahas beberapa hal terkait pengaruh merokok terhadap kesuburan pria.

Kesuburan merupakan hal yang sangat vital bagi seorang pria dikarenakan kesuburan merupakan parameter seorang pria mampu menghasilkan sperma yang nantinya akan membuahi sel telur pasangannya. Kesuburan erat kaitannya dengan pola hidup dan asupan gizi yang dilakukan oleh pria. Salah satu pola hidup yang akan mempengaruhi kesuburan adalah dengan merokok. Sayangnya, rokok telah diketahui mengandung berbagai bahan kimia dan mampu menghasilkan senyawa kimia berbahaya lainnya seperti methanol, TAR (benzo[a]pyrene), nikotin, karbon monoksida, dll.

Berbagai kandungan senyawa kimia diatas memiliki kaitan erat dengan kesuburan pria. Methanol didalam tubuh akan diubah menjadi senyawa yang lebih berbahaya yaitu formaldehid atau lebih dikenal dengan formalin. Formalin akan mengganggu proses metabolisme di dalam tubuh yang pada akhirnya dapat merusak organ dalam tubuh. Senyawa TAR akan masuk kedalam paru-paru dan akan menghambat sistem pernafasan serta memiliki potensi merusak organ lain didalam tubuh jika terakumulasi dengan jaringan lemak. Karbon monoksida merupakan gas berbahya yang tidak berbau dan tidak berasa namun mampu membunuh manusia dengan cepat dikarenakan karbon monoksida dapat mengikat hemoglobin (zat besi dalam darah), sehingga seseorang akan kekurangan oksigen yang diikat dan digunakan di dalam darah. Nikotin merupakan senyawa yang mempengaruhi sistem saraf pusat sehingga membuat perokok kecanduan untuk merokok. Lalu dari berbagai kandungan senyawa di dalam rokok, kandungan bahan kimia manakah yang mempengaruhi kesuburan pria?

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh ilmuwan, ditemukan adanya hubungan beberapa bahan kimia berbahaya yang bertanggung jawab terhadap kesuburan dan kualitas dari sperma pria. Nikotin tidak hanya mempengaruhi sistem saraf pusat, namun juga mempengaruhi bentuk dan jumlah sperma (Gornig & Schirren, 1996). Perokok akan memiliki senyawa cotinine dan trans-3-hidroksicotinin pada serum sperma, dimana level senyawa cotinine memiliki kaitan erat terhadap pergerakan dari sperma (Pacifici et al. 1993).

Kadar logam cadmium (Cd) pada perokok juga dapat diamati apabila seorang perokok menghisap 20 batang rokok atau lebih perharinya (Chia et al. 1994). Jumlah Cd dalam organ reproduksi pria yang merokok lebih besar dibandingkan orang non perokok, dimana hal ini memiliki hubungan dengan jumlah rokok yang di konsumsi setiap harinya (Keck, et al.1995). Kadar logam timbal (Pb) juga ditemukan lebih tinggi pada organ reproduksi pria perokok yang infertile (tidak subur) dibandingkan dengan pria non perokok yang fertile (subur) dan pria non perokok yang infertile (tidak subur) (Kiziler, et al. 2007). Penelitian yang dilakukan oleh Zenzes, et al, menunjukkan bahwa terdapat peningkatan benzo[a]pyrene diol epoksida-DNA adduct pada sel sperma melalui proses merokok sehingga perbandingan jumlah DNA adduct pria perokok jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pria non perokok (Zenzes, et al. 1999).

Tidak hanya itu, merokok ternyata juga mempengaruhi aksesoris organ kelamin pria. Penelitian yang dilakukan oleh Pakrashi & Chatterjee mengenai korelasi antara merokok dengan kandungan kelenjar seks ditentukan dengan mengukur hasil ejakulasi sperma pria perokok (Pakrashi & Chatterjee, 1995). Parameter yang diukur dari hasil ejakulasi sperma yaitu gula N-asetil amino, total fosfat (seminal vesikel) zink, asam fosfatase (kelenjar prostat) dan alfa 1,4-glukosidase (epididymis). Ditemukan bahwa pada pria perokok, kandungan konten hasil ejakulasi sperma mengalami penurunan kualitas secara signifikan dibandingkan pria non-perokok.

Asam askorbat atau biasa dikenal sebagai vitamin C merupakan salah satu senyawa antioksidan esensial yang berada di dalam plasma seminal mengandung sekitar 10 mg/dl asam askorbat, lebih besar 9 kali lipat dibandingkan konsentrasi asam askorbat di dalam plasma darah (Dawson, et al. 1992). Merokok dalam jumlah besar pada dapat mengurangi 20% – 40% serum asam askorbat (Smit, et al. 1987). Dengan merokok maka akan mengurangi kadar asam askorbat di dalam plasma seminal yang akan mempermudah proses oksidasi sperma sehingga akan menurunkan kualitas sperma.

Berdasarkan banyak penelitian yang dilakukan menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan kualitas semen dan sperma pada pria perokok sehingga pria perokok memiliki risiko infertilities atau ketidak suburan yang lebih tinggi daripada pria non perokok. Suatu fenomena yang ironis ketika sebagian pria perokok mengatakan bahwa sampai saat ini mereka tidak merasakan dampak negatif merokok, padahal jika mereka sadar dan paham dengan merokok mereka meningkatkan potensi risiko masalah kesehatan khususnya kepada tingkat kesuburan. Memang dampak dari merokok tidak akan langsung dirasakan oleh penggunanya, akan tetapi berbagai senyawa kimia berbahaya yang masuk kedalam melalui tubuh dan terakumulasi di dalam jaringan dan organ tubuh sehingga apabila sudah mencapai batas dosis tertentu bahan kimia tersebut akan memiliki efek negative terhadap kesehatan. Bukankah kita mengenal sebuah kalimat bijak yaitu “Mencegah lebih baik daripada mengobati”, jika kita mampu mencegah berbagai masalah yang disebabkan oleh rokok maka kita akan terhindar dari bahaya masalah kesehatan.

 

Referensi:

Chia SE, Xu B, Ong CN, Tsakok FM, Lee ST. Effect of cadmium and cigarette smoking on human semen quality. Int J Fertil Menopausal Stud 1994;39(5):292–8

Dawson EB, Harris WA, Teter MC, Powell LC. Effect of ascorbic acid supplementation on the sperm quality of smokers. Fertil Steril 1992;58(5):1034–9

GornigVM,Schirren C. Effect of exogenous toxins on fertility. Fortschr Med 1996;114(14):169–71

Keck C, Bramkamp G, Behre HM, Muller C, Jockenhovel F, Nieschlag E. Lack of correlation between cadmium in seminal plasma and fertility status of nonexposed individuals and two cadmium-exposed patients. Reprod Toxicol 1995;9(1):35–40

Kiziler AR, Aydemir B, Onaran I, Alici B, Ozkara H, Gulyasar T, et al. High levels of cadmium and lead in seminal fluid and blood of smoking men are associated with high oxidative stress and damage in infertile subjects. Biol Trace Elem Res 2007;120(1–3):82–91

Mostafa, Taymour. Cigarette smoking and male infertility. Journal of Advanced Research (2010); 1, 179 – 186

Pacifici R, Altieri I, Gandini L, Lenzi A, Pichini S, Rosa M, et al. Nicotine, cotinine and trans-3-hydroxycotinine levels in seminal plasma of smokers: effects on sperm parameters. Ther Drug Monit 1993;15(5):358–63

Pakrashi A, Chatterjee S. Effect of tobacco consumption on the function of male accessory sex glands. Int J Androl 1995;18(5):232–6

Smith JL, Hodges RE. Serum levels of vitamin C in relation to dietary and supplemental intake of vitamin C in smokers and nonsmokers. Ann N Y Acad Sci 1987;498:144–52

Zenzes MT, Bielecki R, Reed TE. Detection of benzo(a)pyrene diol epoxide-DNA adducts in sperm of men exposed to cigarette smoke. Fertil Steril 1999;72(2):330-5

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s