Timbal pada Bahan Bakar Kendaraan Bermotor

Apakah dampak timbal dalam bahan bakar bagi kesehatan? Apakah bahan bakar di Indonesia sudah bebas timbal? kalau iya, zat apa yang dapat menggantikan timbal dan apakah menjadikan bahan bakar kendaraan lebih baik dari sebelumnya?

Mungkin beberapa diantara kita pernah bertanya pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tidak jarang diantara kita bingung atau bahkan tidak mengetahui sama sekali dampak timbal yang ternyata digunakan di bahan bakar kendaraan bagi kesehatan kita. Namun sebelum mengetahui dampaknya, kita harus tahu terlebih dahulu mengenai timbal. Timbal adalah logam berat yang secara alami terdapat di kerak bumi dan biasanya ditemukan dalam bentuk senyawa. Senyawa timbal tersebut umumnya ditemukan pada pipa, pembungkus kabel, accu kendaraan bermotor, dan sebagai campuran dalam bensin berupa Tetra Ethyl Lead (TEL). TEL berfungsi untuk menambah bilangan oktan bahan bakar agar mesin tidak menggelitik. Melalui pembakaran 98% Tel akan diubah menjadi bromide timah hitam yang kemudian dilepaskan ke udara dengan bentuk uap yang mengandung timbal.

Timbal yang berada di udara dapat memperburuk kualitas udara dan juga menbahayakan kesehatan. Target utama organ yang diserang oleh timbal adalah sistem saraf baik pada orang dewasa yaitu menurunkan performa kerja maupun anak-anak yaitu berupa penurunan IQ. Selain itu, dampak lain dari timbal bagi kesehatan yaitu peningkatan tekanan darah dan anemia. Pada kasus pajanan yang tinggi, timbal dapat menyebabkan kerusakan parah pada otak dan ginjal yang kemudian dapat menyebabkan kematian. Pada wanita hamil, timbal dapat menyebabkan keguguran. Sedangkan pada pria dapat mempengaruhi organ yang memproduksi sperma.

Mengingat bahaya dari timbal, maka sudah seharusnya bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan bermotor bebas dari timbal. PT. Pertamina Indonesia sejak tahun 2006 sudah mendistribusikan bensin tanpa timbal. Timbal pada bahan bakar diganti dengan HOMC (High Octan Mogas Component). HOMC mengandung olefins atau alkena dan heavy aromatic (benzene) yang tinggi dimana sering disebut sebagai “dirty octane” yaitu oktan yang kotor terhadap mesin dan juga lingkungan. Kedua senyawa tersebut memiliki ikatan karbon tak jenuh yang sangat reaktif. Dampak dari kedua senyawa tersebut akibat reaksi oksidasi dan polimerisasi akan menghasilkan kerak pada intake valve sampai dalam combution chamber ruang bakar. Salah satu akibat adanya lapisan kerak tersebut adalah yaitu meningkatkan emisi gas buang beracun sebagai hasil pembakaran tak sempurna yaitu CO, NOx, UHC (unburned hydrocarbon).

Timbal adalah zat berbahaya bagi kesehatan dan pernah digunakan untuk menaikkan bilangan oktan bahan bakar dalam bentuk TEL. TEL sendiri sudah tidak digunakan lagi di Indonesia dan saat ini penggunaannya sudah diganti dengan HOMC. Namun perubahan tersebut tidak sepenuhnya lebih baik dari TEL karena mengandung olefins dan heavy aromatic yaitu hidrokarbon tak jenuh yang tinggi. Banyak pihak yang mengetahui bahwa semakin tinggi bilangan oktan maka mutu bahan bakar semakin baik. Padahal semakin tinggi bilangan oktan maka semakin tinggi tingkat pencemaran udara.

Referensi

  1. Sudamadi, J. Purwosutrisno. Angka Oktan dan Pencemaran Udara. [online] tersedia pada kpbb.org/download/Angka%20Oktan%20dan%20Pencemaran%20Udara.pdf (diakes pada 29/9/16)
  2. 2007. [online] tersedia pada https://www.atsdr.cdc.gov/toxprofiles/tp13.pdf (diakses pada 29/9/16)
  3. Intani, Yuniar C. 2010. Pengaruh TImbal (Pb) pada Udara Jalan Tol Terhadap Gambaran Mikroskopis Testis dan Kadar Timbal (Pb) dalam Darah Mencit Balb/C Jantan. Artikel Ilmiah FK Universitas Diponegoro. [tidak dipublikasikan] tersedia pada http://eprints.undip.ac.id/23839/1/Yuniar_(PDF).pdf (diakses pada 29/916)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s